Model dan platform AI

Ketika Graph AI Bertemu Generative AI: Era Baru dalam Penemuan Ilmiah

mm
Tambahkan Unite.AI ke sumber pilihan Anda di Google

Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan (AI) telah muncul sebagai alat kunci dalam penemuan ilmiah, membuka jalur baru untuk penelitian dan mempercepat laju inovasi. Di antara berbagai teknologi AI, Graph AI dan Generative AI sangat berguna karena potensinya untuk mengubah cara ilmuwan mendekati masalah kompleks. Secara individual, setiap teknologi ini telah membuat kontribusi signifikan di berbagai bidang seperti penemuan obat, ilmu bahan, dan genetika. Namun, ketika digabungkan, mereka menciptakan alat yang lebih kuat untuk menyelesaikan beberapa pertanyaan ilmiah yang paling menantang. Artikel ini menjelajahi bagaimana teknologi ini bekerja dan digabungkan untuk mengarahkan penemuan ilmiah.

Apa itu Graph AI dan Generative AI?

Mari kita mulai dengan memecahkan kedua teknologi ini.

Graph AI: Kekuatan Koneksi

Graph AI bekerja dengan data yang direpresentasikan sebagai jaringan, atau grafik. Bayangkan node sebagai entitas—seperti molekul atau protein—dan edge sebagai hubungan antara mereka, seperti interaksi atau kesamaan. Graph Neural Networks (GNNs) adalah subset dari model AI yang sangat baik dalam memahami hubungan kompleks ini. Ini memungkinkan untuk menemukan pola dan memperoleh wawasan yang mendalam.

Graph AI sudah digunakan dalam:

  • Penemuan obat: Memodelkan interaksi molekul untuk memprediksi potensi terapeutik.
  • Penggulungan protein: Membaca bentuk kompleks protein, tantangan lama.
  • Genetika: Membuat peta bagaimana gen dan protein terkait dengan penyakit untuk menemukan wawasan genetik.

Generative AI: Pemecahan Masalah Kreatif

Model AI generatif, seperti model bahasa besar (LLMs) atau model difusi, dapat menciptakan data baru sepenuhnya, termasuk teks, gambar, atau bahkan senyawa kimia. Mereka belajar pola dari data yang ada dan menggunakan pengetahuan itu untuk menghasilkan solusi baru.

Aplikasi kunci termasuk:

  • Merancang molekul baru untuk obat yang mungkin tidak terpikir oleh peneliti.
  • Simulasi sistem biologis untuk lebih memahami penyakit atau ekosistem.
  • Mengusulkan hipotesis baru berdasarkan penelitian yang ada.

Mengapa Menggabungkan Kedua?

Graph AI sangat baik dalam memahami koneksi, sedangkan Generative AI fokus pada menghasilkan ide baru. Bersama-sama, mereka menawarkan alat yang kuat untuk menyelesaikan tantangan ilmiah dengan lebih efektif. Berikut beberapa contoh dampak gabungan mereka.

1. Mempercepat Penemuan Obat

Mengembangkan obat baru dapat memakan waktu bertahun-tahun dan biaya milyaran dolar. Secara tradisional, peneliti menguji molekul yang tak terhitung jumlahnya untuk menemukan yang tepat, yang memakan waktu dan biaya. Graph AI membantu dengan memodelkan interaksi molekul, mempersempit kandidat potensial berdasarkan bagaimana mereka dibandingkan dengan obat yang ada.

Generative AI memperkuat proses ini dengan menciptakan molekul baru yang dirancang untuk kebutuhan spesifik, seperti mengikat protein target atau meminimalkan efek samping. Graph AI kemudian dapat menganalisis molekul baru ini, memprediksi seberapa efektif dan aman mereka mungkin.

Sebagai contoh, pada 2020, peneliti menggunakan teknologi ini bersama-sama untuk mengidentifikasi kandidat obat untuk mengobati fibrosis. Proses ini hanya memakan waktu 46 hari—perbaikan besar dibandingkan dengan tahun-tahun yang biasanya dibutuhkan.

2. Menyelesaikan Penggulungan Protein

Protein adalah blok bangunan kehidupan, tetapi memahami bagaimana mereka terlipat dan berinteraksi tetap menjadi salah satu tantangan ilmiah yang paling sulit. Graph AI dapat memodelkan protein sebagai grafik, memetakan atom sebagai node dan ikatan sebagai edge, untuk menganalisis bagaimana mereka terlipat dan berinteraksi.

Generative AI dapat membangun hal ini dengan mengusulkan struktur protein baru yang mungkin memiliki fitur yang berguna, seperti kemampuan untuk mengobati penyakit. Terobosan datang dengan AlphaFold DeepMind yang menggunakan pendekatan ini untuk menyelesaikan banyak masalah penggulungan protein. Sekarang, kombinasi Graph AI dan Generative AI membantu peneliti merancang protein untuk terapi yang ditargetkan.

3. Meningkatkan Ilmu Bahan

Ilmu bahan mencari bahan baru dengan sifat tertentu, seperti logam yang lebih kuat atau baterai yang lebih baik. Graph AI membantu memodelkan bagaimana atom dalam bahan berinteraksi dan memprediksi bagaimana perubahan kecil dapat meningkatkan sifatnya.

Generative AI melangkah lebih jauh dengan mengusulkan bahan baru sepenuhnya. Bahan ini mungkin memiliki sifat unik, seperti ketahanan panas yang lebih baik atau efisiensi energi yang ditingkatkan. Bersama-sama, teknologi ini membantu ilmuwan menciptakan bahan untuk teknologi generasi berikutnya, seperti panel surya yang efisien dan baterai berkapasitas tinggi.

4. Mengungkap Wawasan Genetik

Dalam genetika, memahami bagaimana gen, protein, dan penyakit terkait adalah tantangan besar. Graph AI memetakan jaringan kompleks ini, membantu peneliti menemukan hubungan dan mengidentifikasi target untuk terapi.

Generative AI kemudian dapat mengusulkan urutan genetik baru atau cara untuk memodifikasi gen untuk mengobati penyakit. Sebagai contoh, dapat mengusulkan urutan RNA untuk terapi gen atau memprediksi bagaimana perubahan genetik mungkin mempengaruhi penyakit. Menggabungkan alat ini mempercepat penemuan, membawa kita lebih dekat ke obat untuk penyakit kompleks seperti kanker dan gangguan genetik.

5. Penemuan Pengetahuan dari Penelitian Ilmiah

Studi terbaru oleh Markus J. Buehler menunjukkan bagaimana kombinasi Graph AI dan Generative AI dapat menemukan pengetahuan dari penelitian ilmiah. Mereka menggunakan metode ini untuk menganalisis lebih dari 1.000 makalah tentang bahan biologis. Dengan membangun grafik pengetahuan dari konsep seperti sifat bahan dan hubungan, mereka menemukan koneksi yang mengejutkan. Sebagai contoh, mereka menemukan kesamaan struktural antara Sinfonia ke-9 Beethoven dan bahan biologis tertentu.

Kombinasi ini kemudian membantu mereka menciptakan bahan baru—komposit berbasis mikelium yang dimodelkan setelah karya seni Kandinsky. Bahan ini menggabungkan kekuatan, porositas, dan fungsionalitas kimia, menunjukkan bagaimana AI dapat memicu inovasi di berbagai disiplin ilmu.

Tantangan dan Apa yang Berikutnya

Meskipun potensinya, Graph AI dan Generative AI memiliki tantangan. Keduanya memerlukan data berkualitas tinggi, yang dapat sulit ditemukan di bidang seperti genetika. Pelatihan model ini juga memerlukan banyak daya komputasi. Namun, seiring dengan perbaikan alat AI dan aksesibilitas data, teknologi ini akan semakin baik. Kita dapat mengharapkan mereka mengarahkan terobosan di berbagai disiplin ilmu.

Ringkasan

Kombinasi Graph AI dan Generative AI sudah mengubah cara ilmuwan mendekati pekerjaan mereka. Dari mempercepat penemuan obat hingga merancang bahan baru dan membuka misteri genetika, teknologi ini memungkinkan solusi yang lebih cepat, lebih kreatif untuk beberapa tantangan ilmiah yang paling mendesak. Seiring dengan evolusi AI, kita dapat mengharapkan terobosan lebih lanjut, membuatnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi peneliti dan inovator. Penggabungan dua teknologi AI ini hanya awal dari era baru dalam penemuan ilmiah.

Dr. Tehseen Zia adalah Profesor Asosiasi Tetap di COMSATS University Islamabad, memegang gelar PhD di AI dari Vienna University of Technology, Austria. Mengkhususkan diri dalam Kecerdasan Buatan, Pembelajaran Mesin, Ilmu Data, dan Penglihatan Komputer, ia telah membuat kontribusi signifikan dengan publikasi di jurnal ilmiah terkemuka. Dr. Tehseen juga telah memimpin berbagai proyek industri sebagai Penyelidik Utama dan menjabat sebagai Konsultan AI.