Robotika dan AI fisik
Insinyur Mengembangkan Metode untuk Membuat “Flexoskeletons” Tanpa Peralatan Khusus

Insinyur di University of California San Diego telah mengembangkan metode untuk membuat robot 3-D yang lembut dan fleksibel tanpa menggunakan peralatan khusus. Metode baru ini membuat produksi robot lebih cepat dan lebih murah, yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan.
Flexoskeletons
Insinyur mengembangkan metode baru ini dengan meninggalkan cara pembuatan robot lembut yang biasa, yaitu dengan menambahkan bahan lembut ke tubuh robot yang kaku. Sebaliknya, tim peneliti memulai dengan tubuh yang lembut dan menambahkan fitur yang kaku. Inspirasi untuk robot ini datang dari eksoskeleton serangga, yang terdiri dari komponen lembut dan kaku. Tim menyebut ciptaan mereka “flexoskeletons.”
Metode baru untuk mengembangkan robot ini membuat konstruksi komponen lembut menjadi lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan hanya sebagian kecil dari waktu yang dibutuhkan sebelumnya, dan biayanya juga lebih murah.
Nick Gravish adalah profesor teknik mesin di Jacobs School of Engineering di UC San Diego dan penulis senior makalah ini.
“Kami berharap bahwa flexoskeletons ini akan memimpin penciptaan kelas baru robot lembut yang bioinspirasi,” kata Gravish. “Kami ingin membuat robot lembut lebih mudah dibangun untuk peneliti di seluruh dunia.”
Dengan metode baru ini, kelompok besar robot flexoskeleton dapat dibangun dengan sedikit perakitan manual. Ini memungkinkan penciptaan komponen yang terpisah dan dapat dipertukarkan, sehingga bagian robot dapat dipertukarkan.
10 Menit untuk Mencetak Satu Flexoskeleton
Flexoskeletons ini dibuat melalui penggunaan pencetakan 3D, dengan bahan kaku yang dicetak pada lembaran tipis. Lembaran tipis ini berfungsi sebagai basis yang fleksibel. Flexoskeletons memiliki berbagai fitur, dan beberapa area memiliki kekakuan yang lebih tinggi daripada yang lain. Ini juga didasarkan pada eksoskeleton serangga, yang menggunakan kombinasi kelembutan dan kekakuan untuk pergerakan dan dukungan.
Pekerjaan ini ditampilkan dalam edisi 7 April dari jurnal Soft Robotics. Desain ini akan tersedia untuk peneliti lain di institusi dan sekolah menengah, menurut tim.
http://www.youtube.com/watch?v=hA4khyXnjLY
Hanya 10 menit yang dibutuhkan untuk mencetak satu flexoskeleton, dan biayanya kurang dari $1. Seperti disebutkan sebelumnya, tidak ada kebutuhan untuk peralatan khusus. Mereka dapat dicetak pada sebagian besar printer yang tersedia secara komersial, dengan pencetakan dan perakitan robot seluruhnya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam.
Peneliti menemukan bahwa lembaran polikarbonat adalah permukaan terbaik untuk mencetak flexoskeletons. Permukaan ini sangat fleksibel.
Tim ini berharap dapat menciptakan jalur perakitan yang dapat mencetak robot eksoskeleton seluruhnya tanpa memerlukan perakitan manual. Dengan mengelompokkan beberapa robot kecil, pekerjaan robot yang lebih besar dapat dilakukan. Ini dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti misi antariksa di mana robot otonom kecil yang diproduksi massal dapat menyelesaikan banyak tugas.












