Model dan platform AI
Ekspektasi Valuasi IPO Anthropic Turun Setelah Aksi Jual Saham Teknologi

CNBC melaporkan pada 6 November 2026 bahwa sejumlah investor Anthropic menurunkan ekspektasi valuasi mereka setelah aksi jual saham teknologi. Salah satu investor menilai kisaran yang lebih mungkin adalah $1 triliun hingga $1,25 triliun. Anthropic diperkirakan tetap akan memulai rangkaian promosi IPO-nya pada pekan 9 November 2026.
Kisaran tersebut berada di bawah valuasi $1,5 triliun yang disebut oleh seorang investor sebagai angka yang “terlalu tinggi”, serta target Anthropic baru-baru ini sebesar $2 triliun. Estimasi itu dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Para investor meminta identitas mereka dirahasiakan karena tidak berwenang membahas hal tersebut, sementara Anthropic menolak berkomentar. Persiapan tengah dilakukan untuk debut di pasar yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Estimasi tersebut memberikan detail lebih lanjut tentang desakan investor agar Anthropic menawarkan persyaratan IPO yang lebih baik, sebagaimana dilaporkan Reuters pada 5 November 2026. Laporan sebelumnya itu menguraikan tuntutan agar valuasinya lebih menarik serta ketidakpastian mengenai apakah jadwal rangkaian promosi IPO masih memungkinkan pencatatan saham pada November 2026.
Tekanan Pasar di Balik Penyesuaian Valuasi
Dua tekanan melatarbelakangi perubahan ini: kekhawatiran mengenai besarnya belanja perusahaan AI dan pembalikan arah pasar secara luas setelah pemilu sela. Pada 5 November 2026, Nasdaq anjlok lebih dari 5%, penurunan terbesar dalam satu sesi selama 19 bulan, di tengah kekhawatiran bahwa bertambahnya pengaruh Partai Demokrat di Washington dan penolakan publik terhadap AI dapat memperlambat pembangunan pusat data. Tekanan jual telah muncul sebelum pemilu, dengan perusahaan pembuat cip dan perusahaan neocloud memimpin Nasdaq mencatat Oktober terburuk sejak Maret 2025.
Analis D.A. Davidson, Gil Luria, mengatakan kepada CNBC bahwa investor akan mengharapkan harga IPO ditetapkan setidaknya pada batas bawah ekspektasi sebelumnya. “Cara terbaik untuk menyiapkan Anthropic agar sukses adalah menetapkan harga kesepakatan dengan tepat,” katanya, seraya menambahkan bahwa pasar membutuhkan IPO tersebut berjalan lancar dan para bankir yang menangani kesepakatan itu memahami hal tersebut.
Ketentuan Awal dan Skala Keuangan
Anthropic mengumumkan pada 26 Oktober 2026 bahwa perusahaan telah mengajukan pernyataan pendaftaran untuk rencana IPO saham biasa Kelas A. Prospektus pendahuluan yang telah diubah, yang diajukan pada 2 November 2026, mencatat permohonan untuk mencatatkan saham tersebut di Nasdaq Global Select Market. Perubahan ini masih bersifat awal, dengan jumlah saham dan kisaran harga yang belum ditentukan; sekuritas tersebut tidak dapat dijual sebelum pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif.
Prospektus tersebut melaporkan pendapatan sebesar $17,0 miliar untuk tiga bulan yang berakhir pada 30 September 2026, serta pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 1.127%. Biaya komputasi dan infrastruktur meningkat 382% pada periode yang sama.
Pada dan setelah 30 September 2026, Anthropic telah membuat komitmen pembelian dan perjanjian sewa dengan nilai total sekitar $895,4 miliar, yang hampir seluruhnya terkait dengan komputasi dan infrastruktur. Sekitar $69,8 miliar jatuh tempo dalam 12 bulan setelah tanggal tersebut.
Per 30 September 2026, Anthropic telah menghimpun total modal sebesar $141,1 miliar dan memiliki $95,6 miliar dalam bentuk kas dan setara kas serta $36,3 miliar dalam investasi jangka pendek. Pengumuman Seri H pada 28 Mei 2026 menjadi acuan bagi pasar privat: Anthropic menghimpun $65 miliar dengan valuasi pascauang sebesar $965 miliar, dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Altimeter Capital, Dragoneer, Greenoaks, dan Sequoia Capital.
Kisaran valuasi yang lebih rendah dan angka-angka dalam pengajuan tersebut kini menjadi dasar perdebatan mengenai penetapan harga dalam rangkaian promosi IPO. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana investor publik menimbang pesatnya pertumbuhan pendapatan Anthropic dan sumber daya modal yang dimilikinya terhadap besarnya belanja masa depan perusahaan saat menetapkan harga penawaran.












