Model dan platform AI

Memahami Shadow AI dan Dampaknya pada Bisnis Anda

mm
Tambahkan Unite.AI ke sumber pilihan Anda di Google

Pasar sedang booming dengan inovasi dan proyek AI baru. Tidak mengherankan bahwa bisnis berlomba-lomba untuk menggunakan AI untuk tetap memimpin di ekonomi yang cepat saat ini. Namun, adopsi AI yang cepat ini juga menyajikan tantangan tersembunyi: munculnya ‘Shadow AI.’

Berikut ini adalah apa yang AI lakukan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Menghemat waktu dengan mengotomatisasi tugas berulang.
  • Menghasilkan wawasan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama untuk ditemukan.
  • Meningkatkan pengambilan keputusan dengan model prediktif dan analisis data.
  • Menciptakan konten melalui alat AI untuk pemasaran dan layanan pelanggan.

Semua manfaat ini menjelaskan mengapa bisnis sangat ingin mengadopsi AI. Tapi apa yang terjadi ketika AI mulai beroperasi di balik layar?

Fenomena tersembunyi ini dikenal sebagai Shadow AI.

Apa yang Kami Pahami dengan Shadow AI?

Shadow AI merujuk pada penggunaan teknologi dan platform AI yang belum disetujui atau diverifikasi oleh tim IT atau keamanan organisasi.

Meskipun mungkin tampak tidak berbahaya atau bahkan bermanfaat pada awalnya, penggunaan AI yang tidak diatur ini dapat menimbulkan berbagai risiko dan ancaman.

Lebih dari 60% karyawan mengakui menggunakan alat AI tidak resmi untuk tugas terkait pekerjaan. Ini adalah persentase yang signifikan ketika mempertimbangkan kerentanan potensial yang bersembunyi di balik layar.

Shadow AI vs. Shadow IT

Istilah Shadow AI dan Shadow IT mungkin terdengar seperti konsep yang sama, tetapi mereka berbeda.

Shadow IT melibatkan karyawan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, atau layanan yang tidak disetujui. Di sisi lain, Shadow AI fokus pada penggunaan alat AI tidak resmi untuk mengotomatisasi, menganalisis, atau meningkatkan pekerjaan. Ini mungkin tampak seperti jalan pintas untuk hasil yang lebih cepat dan lebih pintar, tetapi dapat dengan cepat berubah menjadi masalah tanpa pengawasan yang tepat.

Risiko yang Terkait dengan Shadow AI

Mari kita lihat risiko shadow AI dan diskusikan mengapa penting untuk mempertahankan kontrol atas alat AI organisasi Anda.

Pelanggaran Privasi Data

Menggunakan alat AI tidak resmi dapat menghadirkan risiko privasi data. Karyawan mungkin secara tidak sengaja berbagi informasi sensitif saat bekerja dengan aplikasi yang tidak diverifikasi.

Setiap perusahaan kelima di Inggris telah mengalami kebocoran data karena karyawan menggunakan alat AI generatif. Kurangnya enkripsi yang tepat dan pengawasan meningkatkan kemungkinan pelanggaran data, membuat organisasi terbuka untuk serangan siber.

Non-Kepatuhan Regulasi

Shadow AI membawa risiko kepatuhan yang serius. Organisasi harus mengikuti regulasi seperti GDPR, HIPAA, dan Undang-Undang AI UE untuk memastikan perlindungan data dan penggunaan AI yang etis.

Non-kepatuhan dapat mengakibatkan denda yang besar. Misalnya, pelanggaran GDPR dapat mengakibatkan perusahaan dikenakan denda hingga €20 juta atau 4% dari pendapatan global mereka.

Risiko Operasional

Shadow AI dapat menciptakan ketidakselarasan antara output yang dihasilkan oleh alat-alat ini dan tujuan organisasi. Ketergantungan yang berlebihan pada model yang tidak diverifikasi dapat menyebabkan keputusan yang didasarkan pada informasi yang tidak jelas atau bias. Ketidakselarasan ini dapat mempengaruhi inisiatif strategis dan mengurangi efisiensi operasional secara keseluruhan.

Faktanya, sebuah survei menunjukkan bahwa hampir setengah dari pemimpin senior khawatir tentang dampak informasi yang dihasilkan AI pada organisasi mereka.

Kerugian Reputasi

Penggunaan shadow AI dapat merusak reputasi organisasi. Hasil yang tidak konsisten dari alat-alat ini dapat merusak kepercayaan di antara klien dan pemangku kepentingan. Pelanggaran etika, seperti pengambilan keputusan yang bias atau penyalahgunaan data, dapat lebih lanjut merusak persepsi publik.

Contoh yang jelas adalah reaksi negatif terhadap Sports Illustrated ketika ditemukan bahwa mereka menggunakan konten yang dihasilkan AI dengan penulis dan profil palsu. Insiden ini menunjukkan risiko penggunaan AI yang tidak diatur dan memicu debat tentang dampak etisnya pada pembuatan konten. Ini menyoroti bagaimana kurangnya regulasi dan transparansi dalam AI dapat merusak kepercayaan.

Mengapa Shadow AI Semakin Umum

Mari kita lihat faktor-faktor di balik penggunaan shadow AI yang meluas di organisasi saat ini.

  • Kurangnya Kesadaran: Banyak karyawan tidak mengetahui kebijakan perusahaan tentang penggunaan AI. Mereka juga mungkin tidak menyadari risiko yang terkait dengan alat tidak resmi.
  • Sumber Daya Organisasi yang Terbatas: Beberapa organisasi tidak menyediakan solusi AI yang disetujui yang memenuhi kebutuhan karyawan. Ketika solusi yang disetujui tidak memadai atau tidak tersedia, karyawan sering mencari opsi eksternal untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kekurangan sumber daya ini menciptakan kesenjangan antara apa yang disediakan organisasi dan apa yang dibutuhkan tim untuk bekerja secara efisien.
  • Insentif yang Tidak Sejalan: Organisasi terkadang memprioritaskan hasil langsung daripada tujuan jangka panjang. Karyawan mungkin melewati proses formal untuk mencapai hasil yang cepat.
  • Penggunaan Alat Gratis: Karyawan mungkin menemukan aplikasi AI gratis online dan menggunakannya tanpa memberitahu departemen IT. Ini dapat menyebabkan penggunaan data sensitif yang tidak diatur.
  • Peningkatan Alat yang Ada: Tim mungkin mengaktifkan fitur AI dalam perangkat lunak yang disetujui tanpa izin. Ini dapat menciptakan celah keamanan jika fitur-fitur tersebut memerlukan tinjauan keamanan.

Manifestasi Shadow AI

Shadow AI muncul dalam berbagai bentuk dalam organisasi. Beberapa di antaranya termasuk:

Chatbot yang Ditenagai AI

Tim layanan pelanggan terkadang menggunakan chatbot tidak resmi untuk menangani pertanyaan. Misalnya, seorang agen mungkin mengandalkan chatbot untuk mengdraft respons daripada merujuk pada pedoman perusahaan yang disetujui. Ini dapat menyebabkan pesan yang tidak akurat dan pengungkapan informasi pelanggan yang sensitif.

Model Pembelajaran Mesin untuk Analisis Data

Karyawan mungkin mengunggah data propietary ke platform pembelajaran mesin eksternal atau gratis untuk menemukan wawasan atau tren. Seorang analis data mungkin menggunakan alat eksternal untuk menganalisis pola pembelian pelanggan tetapi tidak sengaja meletakkan data rahasia pada risiko.

Alat Pemasaran Otomatis

Departemen pemasaran sering mengadopsi alat tidak resmi untuk mempermudah tugas, seperti kampanye email atau pelacakan keterlibatan. Alat-alat ini dapat meningkatkan produktivitas tetapi juga dapat menangani data pelanggan dengan tidak tepat, melanggar aturan kepatuhan dan merusak kepercayaan pelanggan.

Alat Visualisasi Data

Alat berbasis AI terkadang digunakan untuk membuat dasbor atau analitik cepat tanpa persetujuan IT. Meskipun menawarkan efisiensi, alat-alat ini dapat menghasilkan wawasan yang tidak akurat atau mengompromikan data bisnis yang sensitif jika digunakan sembarangan.

Shadow AI dalam Aplikasi AI Generatif

Tim sering menggunakan alat seperti ChatGPT atau DALL-E untuk membuat bahan pemasaran atau konten visual. Tanpa pengawasan, alat-alat ini dapat menghasilkan pesan yang tidak sesuai dengan merek atau menimbulkan kekhawatiran tentang hak cipta, yang dapat berpotensi merusak reputasi organisasi.

Mengelola Risiko Shadow AI

Mengelola risiko shadow AI memerlukan strategi yang terfokus pada visibilitas, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan yang informasi.

Menetapkan Kebijakan dan Pedoman yang Jelas

Organisasi harus menetapkan kebijakan yang jelas untuk penggunaan AI dalam organisasi. Kebijakan ini harus menguraikan praktik yang dapat diterima, protokol penanganan data, langkah-langkah privasi, dan persyaratan kepatuhan.

Karyawan juga harus memahami risiko penggunaan AI tidak resmi dan pentingnya menggunakan alat dan platform yang disetujui.

Mengklasifikasikan Data dan Kasus Penggunaan

Bisnis harus mengklasifikasikan data berdasarkan sensitivitas dan signifikansinya. Informasi kritis, seperti rahasia dagang dan informasi pribadi (PII), harus menerima tingkat perlindungan tertinggi.

Organisasi harus memastikan bahwa layanan cloud AI publik atau tidak diverifikasi tidak pernah menangani data sensitif. Sebaliknya, perusahaan harus mengandalkan solusi AI kelas perusahaan untuk menyediakan keamanan data yang kuat.

Mengakui Manfaat dan Menawarkan Bimbingan

Juga penting untuk mengakui manfaat shadow AI, yang sering muncul dari keinginan untuk meningkatkan efisiensi.

Sebagai gantinya untuk melarang penggunaannya, organisasi harus membimbing karyawan dalam mengadopsi alat AI dalam kerangka yang terkendali. Mereka juga harus menyediakan alternatif yang disetujui yang memenuhi kebutuhan produktivitas sambil memastikan keamanan dan kepatuhan.

Mendidik dan Melatih Karyawan

Organisasi harus memprioritaskan pendidikan karyawan untuk memastikan penggunaan alat AI yang aman dan efektif. Program pelatihan harus fokus pada bimbingan praktis sehingga karyawan memahami risiko dan manfaat AI sambil mengikuti protokol yang tepat.

Karyawan yang terdidik lebih mungkin menggunakan AI dengan bertanggung jawab, meminimalkan risiko keamanan dan kepatuhan potensial.

Mengawasi dan Mengendalikan Penggunaan AI

Mengawasi dan mengendalikan penggunaan AI sama pentingnya. Bisnis harus menerapkan alat pemantauan untuk memantau aplikasi AI di seluruh organisasi. Audit reguler dapat membantu mereka mengidentifikasi alat tidak resmi atau celah keamanan.

Organisasi juga harus mengambil langkah-langkah proaktif seperti analisis lalu lintas jaringan untuk mendeteksi dan menangani penyalahgunaan sebelum eskalasi.

Berkolaborasi dengan IT dan Unit Bisnis

Kolaborasi antara tim IT dan bisnis sangat penting untuk memilih alat AI yang sejalan dengan standar organisasi. Unit bisnis harus memiliki suara dalam pemilihan alat untuk memastikan praktikabilitas, sementara IT memastikan kepatuhan dan keamanan.

Kerja sama ini memfasilitasi inovasi tanpa mengorbankan keamanan atau tujuan operasional organisasi.

Langkah Maju dalam Manajemen AI Etis

Ketika ketergantungan AI tumbuh, mengelola shadow AI dengan kejelasan dan kontrol bisa menjadi kunci untuk tetap kompetitif. Masa depan AI akan bergantung pada strategi yang sejalan dengan tujuan organisasi dan penggunaan teknologi yang etis dan transparan.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara mengelola AI secara etis, tetap terhubung dengan Unite.ai untuk mendapatkan wawasan dan tips terbaru.

Haziqa adalah Ilmuwan Data dengan pengalaman luas dalam menulis konten teknis untuk perusahaan AI dan SaaS.