Model dan platform AI
Bagaimana Sistem Otonom Dapat Mengubah Dunia Alam
Kampanye penelitian internasional yang melibatkan 170 ahli yang dipimpin oleh Universitas Leeds telah memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi seperti drone, robot, dan sistem otonom dapat secara dramatis mengubah dunia alam.
Penelitian ini dipublikasikan pada 4 Januari di Nature Ecology & Evolution. Penelitian ini melibatkan 77 akademisi dan praktisi sebagai penulis.
Meningkatkan dan Memantau Alam
Lebih spesifik, para peneliti menunjukkan bagaimana kita dapat meningkatkan cara memantau alam dengan teknologi ini. Mereka dapat membantu mengidentifikasi hama yang muncul, membantu merawat tanaman, dan memungkinkan orang untuk berinteraksi dengan dunia alam lebih banyak.
Penggunaan robot, kendaraan otonom, dan drone yang meningkat dapat berarti penurunan kemacetan lalu lintas dan polusi. Dengan meningkatkan aspek-aspek lingkungan kota, kota akan menjadi lebih menyenangkan bagi warga meskipun populasi tumbuh.
Namun, tidak ada jaminan bahwa teknologi ini akan membawa manfaat bagi lingkungan, karena masih ada risiko bahwa kemajuan robot dan otomatisasi dapat memiliki dampak negatif. Robot dan drone baru juga dapat berarti sumber limbah dan polusi baru, merusak alam kota. Kemajuan ini mungkin juga memerlukan perencanaan kota ulang untuk menyediakan lebih banyak ruang bagi mereka untuk beroperasi, dan area hijau dapat dikorbankan untuk ruang tambahan ini. Mengenai akses ke ruang hijau, teknologi ini dapat memperburuk ketidaksetaraan yang sudah ada.
Dr. Martin Dallimer dari Sekolah Bumi dan Lingkungan Universitas Leeds adalah penulis utama.
“Teknologi, seperti robot, memiliki potensi untuk mengubah hampir setiap aspek kehidupan kita,” kata Dallimer. “Sebagai masyarakat, sangat penting bahwa kita proaktif mencoba memahami efek sampingan dan risiko dari penggunaan robot dan sistem otonom yang semakin meningkat.
“Meskipun dampak masa depan pada ruang hijau kota dan alam sulit diprediksi, kita perlu memastikan bahwa masyarakat, pembuat kebijakan, dan pengembang robot menyadari potensi kelebihan dan kekurangan, sehingga kita dapat menghindari konsekuensi yang merugikan dan sepenuhnya memanfaatkan manfaatnya.”
Survei 170 Ahli
Penelitian ini melibatkan survei 170 ahli dari 35 negara.
Partisipan diminta untuk memberikan pandangan mereka tentang peluang dan tantangan potensial mengenai keanekaragaman hayati kota dan ekosistem, khususnya melibatkan penggunaan robot dan sistem otonom yang meningkat. Teknologi ini didefinisikan sebagai teknologi yang dapat mendeteksi, menganalisis, berinteraksi dengan, dan memanipulasi lingkungan fisik.
Teknologi spesifik dapat mencakup drone, mobil self-driving, robot yang dapat memperbaiki infrastruktur, dan jaringan sensor nirkabel untuk aplikasi pemantauan. Aplikasi potensial lainnya termasuk transportasi otonom, pengumpulan limbah, pemeliharaan infrastruktur, penegakan hukum, dan pertanian presisi.
Menurut Dr. Mark Goddard, “Menghabiskan waktu di ruang hijau kota dan berinteraksi dengan alam membawa berbagai manfaat kesehatan dan kesejahteraan manusia, dan robot kemungkinan akan mengubah banyak cara kita mengalami dan memperoleh manfaat dari alam kota.
“Memahami bagaimana robot dan sistem otonom akan mempengaruhi interaksi kita dengan alam sangat penting untuk memastikan bahwa kota kita di masa depan mendukung kehidupan liar yang dapat diakses oleh semua orang.”
Penelitian ini merupakan bagian dari Proyek Kota Perbaikan Diri Universitas Leeds. Proyek ini bertujuan untuk menggunakan teknologi ini untuk memelihara infrastruktur kota tanpa menyebabkan gangguan pada warga.












