Connect with us

Antarmuka otak–mesin

Insinyur Menciptakan Antarmuka Otak-Komputer Canggih Dengan Mikronyar

mm

Peneliti teknik di University of California – San Diego telah menciptakan antarmuka otak-komputer (BCI) canggih yang terdiri dari backing yang fleksibel dan dapat dibentuk, serta mikronyar yang menembus. Backing yang fleksibel memungkinkan BCI untuk lebih merata mengikuti permukaan otak yang kompleks. Ini juga memungkinkan BCI untuk lebih merata mendistribusikan mikronyar yang menembus korteks.

Mikronyar dan Backing Fleksibel

Mikronyar ini 10 kali lebih tipis dari rambut manusia dan keluar dari backing yang fleksibel. Mereka kemudian menembus permukaan jaringan otak tanpa menembus vena permukaan. Mikronyar dapat merekam sinyal dari sel saraf di korteks.
Sistem baru ini diuji pada hewan pengerat, dan penelitian ini diterbitkan di jurnal Advanced Functional Materials.
Tim ini dipimpin oleh profesor teknik elektro Shadi Dayeh di universitas. Ini juga terdiri dari peneliti dari Boston University yang dipimpin oleh profesor teknik biomedis Anna Devor.
Sistem ini menunjukkan kinerja yang setara dengan standar emas yang ada untuk BCI dengan jarum yang menembus. Disebut “Utah Array,” standar ini telah terbukti membantu individu dengan cedera sumsum tulang belakang dan korban stroke. Mereka dapat menggunakan pikiran mereka untuk mengontrol lengan robot dan perangkat lain.
Fleksibilitas dan kemampuan BCI untuk mengikuti bentuk otak membantu mencapai kontak yang lebih dekat antara otak dan elektroda, memungkinkan perekaman sinyal aktivitas otak yang lebih baik dan lebih merata. Cara BCI dibangun memungkinkan permukaan sensor yang lebih besar, yang membantu memantau area permukaan otak yang lebih luas secara bersamaan.
Dalam eksperimen, array mikronyar yang menembus yang terdiri dari 1.024 mikronyar dapat merekam sinyal yang dipicu oleh stimulus yang tepat dari otak tikus. Ini berarti bahwa itu mencakup area otak sepuluh kali lipat dibandingkan dengan teknologi saat ini.
BCI dengan backing yang fleksibel juga lebih tipis dan lebih ringan daripada yang tradisional, yang menggunakan backing kaca. Jenis backing baru ini dapat mengurangi iritasi jaringan otak yang bersentuhan dengan array sensor.
Backing yang fleksibel juga transparan, yang menurut peneliti dapat dimanfaatkan untuk melakukan penelitian dasar neurosains yang melibatkan model hewan yang tidak mungkin dilakukan.

Tangan Robot dengan Umpan Balik Taktil

Peneliti mengatakan bahwa array mikronyar yang menembus dengan cakupan spasial yang besar akan diperlukan untuk meningkatkan BCI di masa depan dan memungkinkan mereka digunakan dalam “sistem tertutup.” Ini dapat membantu individu dengan mobilitas yang sangat terbatas dan dapat memungkinkan umpan balik taktil untuk seseorang yang menggunakan tangan robot.
Sensor taktil pada tangan robot dapat mendeteksi tekstur, kekerasan, dan berat objek. Mereka akan merekam informasi yang dapat diterjemahkan menjadi pola stimulasi listrik yang melalui kabel di luar tubuh ke BCI. Otak akan menerima informasi langsung dari sinyal listrik tentang objek, dan orang tersebut dapat menyesuaikan cengkeramannya berdasarkan informasi yang dideteksi.
Laboratorium Dayeh telah menciptakan berbagai sensor taktil yang dapat digunakan untuk aplikasi ini.

Alex McFarland adalah seorang jurnalis dan penulis AI yang menjelajahi perkembangan terbaru dalam kecerdasan buatan. Ia telah berkolaborasi dengan berbagai startup dan publikasi AI di seluruh dunia.