Robotika dan AI fisik

Keterikatan Emosional dengan Robot: Mengapa Hal Ini Terjadi, dan Apakah Ini Penting?

mm
Tambahkan Unite.AI ke sumber pilihan Anda di Google

Manusia telah merancang robot selama waktu yang lama, dan dengan kemajuan kecerdasan buatan (AI), mereka akan melebihi harapan dengan kemampuan mereka. Meskipun manusia menginginkan mereka untuk kegunaan praktis, seperti pengiriman atau industri, eksperimen membuktikan bahwa orang-orang menjadi terikat seperti mereka terhadap hewan peliharaan.

Bagaimana orang bisa terikat secara emosional dengan logam, dan apakah ini bagian dari sifat manusia? Wawasan dari pertanyaan-pertanyaan ini akan mengungkapkan banyak hal tentang bagaimana individu akan berinteraksi dengan robot ketika mereka menjadi lebih cerdas dan mampu melakukan tugas-tugas kompleks dan pemikiran.

Momen Keterikatan

Robot masih memiliki banyak ruang untuk tumbuh. Orang-orang mengintegrasikan teknologi yang mereka tidak anggap sebagai robot ke dalam kehidupan sehari-hari, seperti Roomba yang membersihkan lantai dapur atau lengan mekanik yang menyortir bahan di jalur produksi. Ini bisa menyakitkan ketika mesin-mesin ini mati — tapi mengapa?

Ini adalah tempat di mana kelebihan dan kekurangan menjelaskan bagaimana sifat empatik bisa mempengaruhi parameter hubungan manusia-robot.

Banyak contoh hubungan robot — nyata dan fiksi — telah memberikan manusia pemahaman tentang bagaimana interaksi ini akan berlangsung di masa depan. Media telah menunjukkan kenyamanan yang bisa diberikan oleh robot AI yang adaptif. Di sisi lain, yang lain menunjukkan sisi gelap dari ketergantungan — dunia di mana orang-orang sangat terikat secara emosional dengan mesin mereka sehingga mereka akan melakukan pengorbanan yang sama atau bahkan lebih luar biasa daripada untuk teman manusia.

Anak-anak mungkin terikat dengan robot di lingkungan belajar dengan penemuan seperti ABii, melihat mereka sebagai teman dalam pendidikan. Ini terutama benar jika itu membantu mereka mengatasi hambatan dalam subjek tertentu atau memberikan kepercayaan diri pada siswa yang kesulitan memproses stimulus sensorik atau sosial.

Perusahaan bahkan mungkin terikat dengan robot jika mereka membantu mereka merekrut dan melatih karyawan. Utilitas ini bisa berdampak positif pada bisnis, seperti retensi yang lebih baik dan karyawan yang lebih mampu setelah pelatihan. Ini bahkan bisa memperbaiki budaya perusahaan, karena robot memberikan kesan yang tak terlupakan pada staf baru dan lama karena simulasi sosial.

Manusia bisa terikat secara emosional dengan robot karena berbagai alasan, termasuk kenyamanan, inspirasi, atau dukungan emosional.

Alasan di Balik Keterikatan Emosional

Salah satu alasan orang mungkin terikat dengan mudah adalah karena definisi robot tidak komprehensif. Kebanyakan orang tidak mengakui berapa banyak robot yang sudah ada di sekitar, dan ketika mereka menghadapi ciptaan humanoid yang lebih maju dengan AI, mereka mengkonseptualisasikan mereka sebagai manusia.

Interaksi dengan robot juga memicu respons pemicu emosional. Robot bisa memberikan katalis dinamis yang sama seperti pesan teks yang ditunggu-tunggu yang memicu perasaan kuat. Orang cenderung mempersonifikasikan banyak benda dengan memberinya nama atau mencetak kepribadian, menciptakan pengalaman yang lebih intim.

Contoh ini terletak di tempat kerja, di mana robot bisa memberikan kegembiraan dan kebaruan ketika masuk ke kantor. Ini memiliki efek domino — kepuasan yang lebih besar di tempat kerja meningkatkan produktivitas dan output, memberikan pekerja dengan kepuasan hidup yang lebih besar. Produk sampingan ini lebih lanjut menjelaskan mengapa robot menggoda manusia untuk terhubung.

Orang juga tidak sengaja bergantung pada robot, membentuk hubungan yang lebih kuat. Pekerja yang tahu mereka membutuhkan robot tertentu untuk menjalankan gudang mereka dengan efisien akan merasa terganggu jika mereka menghilang. Kemampuan robot meluas ke berbagai aplikasi yang menyebabkan manusia mengembangkan keterikatan emosional yang tidak disengaja:

  • Bantuan kesehatan mental dengan membantu psikolog
  • Bantuan perjalanan dengan memberikan informasi yang berguna untuk mengurangi kejutan budaya
  • Bantuan pekerjaan rumah yang mengurangi stres, memungkinkan keluarga untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama

Sebagian besar, ini memuaskan keinginan bawaan untuk bertahan hidup dan melindungi orang lain. Orang yang memandang robot sebagai sekutu atau teman karena respons emosional percaya bahwa mereka layak dilindungi dan diperlakukan seperti manusia. Ini lebih penting jika robot belum mengembangkan insting bertahan hidup. Beberapa orang merasa bahwa mereka harus mengkompensasi untuk itu untuk menjaga mereka tetap aman.

Dampak pada Robot di Masa Depan

Dorongan untuk terhubung secara emosional dengan robot ini akan mengubah bagaimana produsen membuat mereka dan bagaimana manusia menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang cenderung mengantropomorfisasi robot, memproyeksikan persepsi mereka tentang hubungan kepada mereka seperti yang mereka lakukan selama bertahun-tahun dengan hewan. Meskipun perilaku ini tampaknya tidak berbahaya, ini bisa membuat manusia buta terhadap potensi toksisitas robotika perusahaan.

Apakah perusahaan akan mengeksploitasi hubungan ini dengan model bisnis yang tidak etis dengan menaikkan harga unit atau mengintegrasikan upgrade yang mahal? Apakah ada layanan langganan yang tidak perlu atau kematian yang direncanakan untuk memaksa pembelian berkelanjutan? Dilema ini membuat skeptis bertanya-tanya apakah keterikatan emosional dengan robot sehat atau memakan keinginan perusahaan.

Dampak lain yang akan dimiliki manusia pada robot adalah kecerdasan emosional yang lebih besar, menyebabkan kemampuan mereka menjadi lebih besar. Pembelajaran mesin akan memungkinkan robot untuk terus memproses data untuk interaksi yang lebih akurat dan manusia. Namun, emosi yang disimulasikan dan dilakukan tidak nyata — dan manusia tidak selalu membuat perbedaan ini.

Ini bisa mengubah jalur situasi yang halus seperti hubungan internasional atau bahkan eksekusi militer. Apakah ini bisa menyelamatkan banyak nyawa dengan perang jarak jauh atau menimbulkan ketegangan pada aliansi jika teknologi salah? Ini hanya contoh lain tentang bagaimana keterikatan dengan robot bisa mempengaruhi masa depan. Mengintegrasikan mereka ke dalam situasi yang sarat emosi seperti perang bisa membuat situasi yang sudah menakutkan menjadi lebih volatil.

Dalam skenario yang paling dramatis, ini juga bisa mencegah manusia memahami jika robot menjadi sadar. Meskipun ini terdengar seperti fiksi ilmiah, tidak pasti bagaimana teknologi akan berkembang di masa depan. Karena orang-orang mengembangkan keterikatan emosional dengan ciptaan yang tidak sadar, bagaimana ini mengkondisikan mereka untuk alternatif?

Membuat Teman dengan Robot

Baik di rumah atau di kelas, pengembangan robot dengan cepat menjadi bagian dari kehidupan orang-orang. Semakin trend ini berkembang, semakin banyak hubungan manusia yang bisa berubah terhadap robot.

Berdasarkan bukti sejarah, keterikatan emosional dengan robot hampir tak terhindarkan bagi banyak orang. Ini bisa menyebabkan ketergantungan emosional yang tidak sehat pada mesin yang tidak sadar — atau ini bisa menghasilkan hubungan manusia-teknologi yang lebih harmonis ketika semua orang berusaha untuk menciptakan masa depan yang produktif dan nyaman. Hanya waktu yang akan menunjukkan hasil akhir, tetapi kenyataan keterikatan emosional yang mendalam tampaknya tidak terhindarkan.

Zac Amos adalah penulis teknologi yang fokus pada kecerdasan buatan. Ia juga merupakan Features Editor di ReHack, di mana Anda dapat membaca lebih banyak karyanya.