Model dan platform AI
Perbandingan Edge Computing dan Cloud Computing: Perbedaan Utama
Pada tahun 2022, pasar cloud computing global diperkirakan akan mencapai $661 miliar. Teknologi lain yang telah mendapatkan perhatian perusahaan dalam beberapa tahun terakhir adalah edge computing – sepupu jauh dari cloud computing.
Adopsi layanan cloud oleh perusahaan juga diperkirakan akan tumbuh, dengan 83% beban kerja perusahaan diharapkan berada di cloud, 58% di lingkungan cloud publik, dan 25% di cloud pribadi.
Pertumbuhan permintaan data dan analitik telah meningkatkan pentingnya cloud computing. Ini telah memungkinkan organisasi perusahaan untuk memproses jumlah data yang besar secara real-time, membuatnya lebih mudah untuk membuat keputusan yang berbasis data.
Dengan kemajuan teknologi cloud yang terus-menerus, ini menjadi semakin banyak digunakan di seluruh industri. Faktanya, adopsi cloud di antara organisasi perusahaan lebih dari 94%. Survei Gartner menunjukkan bahwa 84% organisasi memiliki setidaknya satu aplikasi atau sebagian infrastruktur komputasi di cloud.
Dalam artikel ini, kita akan memahami edge computing dan cloud computing secara detail. Kita akan membahas kelebihan dan kekurangan mereka dan menyebutkan perbedaan utama mereka. Mari kita mulai.
Apa itu Edge Computing?
Edge computing adalah jenis arsitektur komputasi terdistribusi di mana pemrosesan dan analisis data terjadi di tepi jaringan, yaitu lebih dekat ke sumber data daripada di pusat data.
Perangkat edge adalah perangkat komputasi, seperti router, sensor, dan perangkat IoT, yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu, seperti pemantauan jarak jauh aset atau peralatan dan kendaraan otonom. Mereka berfungsi sebagai titik masuk pertama ke jaringan.
Apa itu Cloud Computing?
Cloud computing menyediakan sumber daya komputasi, termasuk server, penyimpanan, database, jaringan, perangkat lunak, dan analitik, sebagai layanan melalui internet.
Layanan cloud computing dapat disampaikan dalam berbagai model, termasuk publik, pribadi, dan hibrida, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan yang unik (tidak dibahas dalam cakupan artikel ini).
Bisnis yang diaktifkan cloud tidak perlu mengelola infrastruktur perangkat keras yang mendasari aplikasi mereka, yang memungkinkan mereka untuk fokus pada bisnis inti mereka, menghasilkan inovasi dan pertumbuhan yang lebih cepat.
Penyedia cloud terkemuka termasuk Google Cloud, Amazon (AMZN ) Web Services, dan Microsoft Azure. Mereka mengelola dan memelihara infrastruktur aplikasi dan memastikan keamanan, keandalan, dan kinerja pada skala besar.
Kelebihan Edge Computing
Pendekatan baru dan kreatif untuk mengelola aliran data telah muncul sebagai hasil dari pertumbuhan eksponensial dalam jumlah data yang dihasilkan oleh kegiatan komersial. Edge computing adalah salah satu teknik tersebut. Mari kita soroti beberapa kelebihan edge computing di bawah ini:
- Latensi Rendah: Edge computing memproses data secara lokal, mengurangi kebutuhan untuk transmisi data melalui jarak jauh, yang menghasilkan latensi yang lebih rendah dan waktu respons yang lebih cepat.
- Keandalan yang Ditingkatkan: Dengan memproses data lebih dekat ke sumber, edge computing dapat terus beroperasi bahkan tanpa koneksi internet, membuatnya menjadi pilihan yang lebih andal untuk aplikasi kritis.
- Keamanan yang Ditingkatkan: Edge computing dapat meningkatkan keamanan dengan mengurangi jumlah data sensitif yang ditransmisikan melalui jaringan dan dengan memproses data secara lokal, mengurangi risiko pelanggaran data.
Kelemahan Edge Computing
Organisasi perusahaan semakin banyak mengadopsi arsitektur edge computing untuk menyederhanakan alur kerja aplikasi mereka, Namun, ini memiliki beberapa keterbatasan juga. Mari kita soroti beberapa kelemahan edge computing di bawah ini:
- Kompleksitas: Mengimplementasikan, memelihara, dan meningkatkan infrastruktur edge computing dapat kompleks dan memerlukan keterampilan dan keahlian khusus.
- Skalabilitas Terbatas: Sumber daya edge computing terbatas oleh infrastruktur fisik di tepi, membuatnya sulit untuk menskalakan sumber daya untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
- Interoperabilitas: Perangkat dan sistem edge yang berbeda mungkin tidak kompatibel, membuatnya sulit untuk mengintegrasikan beberapa sistem menjadi satu solusi edge computing yang kohesif.
Kelebihan Cloud Computing
Saat ini, hampir setiap perusahaan telah beralih ke cloud computing untuk membuka potensi pertumbuhan mereka. Mari kita soroti beberapa kelebihan utama cloud computing di bawah ini:
- Hemat Biaya: Cloud computing menghilangkan kebutuhan untuk pengeluaran modal yang signifikan pada perangkat keras, perangkat lunak, dan infrastruktur IT. Penyedia cloud menawarkan layanan ini secara on-demand atau berbayar sesuai penggunaan.
- Aksesibilitas: Layanan cloud computing dapat diakses dari mana saja dengan koneksi internet, membuatnya memungkinkan untuk pekerja jarak jauh untuk mengakses sumber daya dan aplikasi yang sama.
- Fleksibilitas: Cloud computing menawarkan berbagai layanan, memungkinkan pengguna untuk memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan memungkinkan integrasi yang mudah dengan sistem yang ada.
Kelemahan Cloud Computing
Dengan mengurangi biaya, meningkatkan aksesibilitas, dan meningkatkan fleksibilitas, cloud computing telah memberikan manfaat bagi perusahaan. Namun, ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Mari kita soroti beberapa kelemahan utama cloud computing di bawah ini:
- Keamanan: Menyimpan data sensitif di cloud dapat meningkatkan kekhawatiran keamanan. Penyedia cloud computing mungkin tidak menyediakan tingkat keamanan yang sama seperti solusi on-premises.
- Ketergantungan pada Koneksi Internet: Akses ke layanan cloud computing memerlukan koneksi internet yang stabil dan dapat diandalkan, dan gangguan dapat mengganggu akses ke layanan ini.
- Masalah Kepatuhan: Beberapa industri memiliki persyaratan regulasi khusus untuk penyimpanan dan pemrosesan data, dan penyedia cloud computing mungkin tidak selalu memenuhi persyaratan tersebut.
Perbandingan Edge Computing dan Cloud Computing–Apa Perbedaannya?
Sementara edge dan cloud menyediakan sumber daya komputasi untuk pengguna akhir, beberapa perbedaan kunci membuatnya sesuai untuk aplikasi yang berbeda. Mari kita soroti beberapa perbedaan tersebut di bawah ini:
| Edge Computing | Cloud Computing |
| Edge computing memproses data di atau dekat dengan tepi jaringan. | Cloud Computing memproses data di pusat data atau farm server jarak jauh. |
| Edge computing memiliki latensi rendah, karena data diproses dekat dengan sumber. | Cloud computing dapat memiliki latensi yang lebih tinggi karena data ditransmisikan ke lokasi jarak jauh untuk diproses. |
| Edge computing memerlukan kontrol dan pengelolaan yang terdesentralisasi lebih dekat ke perangkat edge. | Cloud computing menyediakan kontrol dan pengelolaan sumber daya yang terpusat. |
| Edge computing sangat sesuai untuk aplikasi IoT dan aplikasi lain yang memerlukan waktu respons yang rendah dan pemrosesan waktu nyata. | Cloud computing sangat sesuai untuk aplikasi yang memerlukan sumber daya komputasi yang besar, seperti big data dan machine learning. |
Cloud/Edge Computing–Apa yang Ditawarkan Masa Depan?
Edge dan cloud computing adalah dua solusi teknologi yang memenuhi kebutuhan komputasi yang berbeda. Edge computing fokus pada membawa komputasi lebih dekat ke tepi jaringan, di mana data dihasilkan dan diproses. Sementara itu, cloud computing adalah model terpusat yang menyediakan akses jarak jauh ke sumber daya komputasi yang dibagikan melalui internet.
Pilihan antara edge dan cloud computing tergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi, seperti kebutuhan akan latensi rendah, keamanan data, dan koneksi jaringan. Solusi yang paling efektif seringkali melibatkan kombinasi kedua teknologi, seperti arsitektur cloud hibrida.
Organisasi dapat memanfaatkan arsitektur hibrida di mana edge dapat digunakan untuk mengirimkan instance aplikasi individual, dan cloud dapat digunakan untuk mengelola pembaruan aplikasi terpusat dan pemantauan.
Kombinasi cloud computing dan edge computing menyediakan solusi yang lebih efisien dan dapat diskalakan untuk pemrosesan dan penyimpanan data. Cloud menangani jumlah data yang besar dan daya komputasi, sementara edge computing menangani pemrosesan data lokal. Ini mengurangi jumlah data yang perlu dikirim ke cloud.
Secara praktis, ada kemungkinan tak terbatas untuk menggunakan kedua teknologi bersama. Periksa 7 Sertifikasi Cloud Terbaik jika Anda ingin meningkatkan pengetahuan cloud Anda! Tetaplah up-to-date dengan teknologi modern!












