Model dan platform AI
Big Data melawan Data Mining – Apa Perbedaan Sebenarnya?
Apakah Anda ingin mempelajari tentang big data vs data mining? Big data dan data mining adalah dua istilah yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Keduanya menggunakan dataset besar untuk mengekstrak informasi yang bermakna dari data yang tidak terstruktur. Dunia ini ditenagai oleh big data, sehingga memaksa organisasi untuk mencari ahli analisis data yang mampu memproses volume data yang besar. Pasar global untuk analisis big data akan tumbuh secara eksponensial, dengan nilai yang diperkirakan melebihi 655 miliar dolar pada tahun 2029.
Peter Norvig menyatakan, “Lebih banyak data mengalahkan algoritma yang cerdas, tetapi data yang lebih baik mengalahkan lebih banyak data.” Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi big data vs data mining, jenis-jenisnya, dan mengapa keduanya sangat penting bagi bisnis.
Apa itu Big Data?
Big data merujuk pada volume data yang besar yang dapat berupa data terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur, yang tumbuh secara eksponensial dengan waktu. Karena ukurannya yang besar, tidak ada sistem manajemen tradisional atau alat yang dapat memprosesnya dengan efisien.
Bursa Efek New York menghasilkan satu terabyte data setiap hari. Selain itu, Facebook (META ) menghasilkan 5 petabyte data.
Istilah big data dapat digambarkan oleh karakteristik-karakteristik berikut.
-
Volume
Volume merujuk pada ukuran data atau jumlah data.
-
Variety
Variety merujuk pada berbagai jenis data seperti video, gambar, log server web, dan lain-lain.
-
Velocity
Velocity menunjukkan seberapa cepat data tumbuh dalam ukuran dan data yang tumbuh secara eksponensial dengan kecepatan yang cepat.
-
Veracity
Veracity berarti ketidakpastian data, seperti media sosial yang menentukan apakah data dapat dipercaya atau tidak.
-
Value
Value merujuk pada nilai pasar data. Apakah data tersebut layak untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi? Mampu menarik informasi dan nilai dari big data adalah tujuan akhir dari organisasi.
Mengapa Big Data Penting?
Organisasi menggunakan big data untuk memperlancar operasi, menyediakan layanan pelanggan yang baik, membuat kampanye pemasaran yang dipersonalisasi, dan melakukan tindakan lain yang penting yang dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan.
Mari kita lihat beberapa aplikasi yang umum.
- Peneliti medis menggunakan big data untuk mengidentifikasi tanda-tanda penyakit dan faktor risiko, serta membantu dokter mendiagnosa penyakit pada pasien.
- Pemerintah menggunakan big data untuk mencegah kejahatan, penipuan, respons darurat, dan inisiatif kota pintar.
- Perusahaan transportasi dan manufaktur mengoptimalkan rute pengiriman dan mengelola rantai pasokan dengan efektif.
Apa itu Data Mining?
Proses ini melibatkan menganalisis data dan merangkumnya menjadi informasi yang bermakna. Perusahaan menggunakan informasi ini untuk meningkatkan keuntungan dan mengurangi biaya operasional.
Kebutuhan Data Mining
Data mining sangat penting untuk analisis sentimen, manajemen risiko kredit, prediksi churn, optimasi harga, diagnosa medis, mesin rekomendasi, dan banyak lagi. Data mining adalah alat yang efektif di berbagai industri, termasuk ritel, distribusi grosir, sektor telekomunikasi, pendidikan, manufaktur, kesehatan, dan media sosial.
Jenis-Jenis Data Mining
Dua jenis utama adalah sebagai berikut.
-
Predictive Data Mining
Predictive Data Mining menggunakan statistik dan teknik peramalan data. Berbasis pada analisis lanjutan yang menggunakan data historis, pemodelan statistik, dan machine learning untuk memprediksi hasil di masa depan. Bisnis menggunakan analisis prediktif untuk menemukan pola dalam data dan mengidentifikasi peluang dan risiko.
-
Descriptive Data Mining
Descriptive Data Mining merangkum data untuk menemukan pola dan mengekstrak informasi yang signifikan dari data. Tugas yang umum adalah mengidentifikasi produk yang sering dibeli bersama.
Teknik Data Mining
Beberapa teknik dibahas di bawah.
-
Association
Dalam asosiasi, kita mengidentifikasi pola di mana peristiwa terkait. Aturan asosiasi digunakan untuk mengetahui korelasi dan ko-kejadian antara item. Analisis keranjang belanja adalah teknik asosiasi yang terkenal dalam data mining. Ritel menggunakan teknik ini untuk meningkatkan penjualan dengan memahami pola pembelian pelanggan.
-
Clustering
Clustering analysis berarti menemukan kelompok objek yang serupa tetapi berbeda dari objek kelompok lain.
Perbedaan – Big Data vs Data Mining
| Terms | Data Mining | Big Data |
|---|---|---|
| Purpose | Tujuan adalah untuk menemukan pola, anomali, dan korelasi dalam penyimpanan data yang besar. | Untuk menemukan informasi yang bermakna dari data kompleks yang besar. |
| View | Ini adalah gambaran kecil dari data atau tampilan dekat dari data. | Menunjukkan gambaran besar dari data. |
| Data Types | Terstruktur, relasional, dan basis data dimensional | Terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur |
| Size of Data | Menggunakan dataset kecil tetapi juga menggunakan dataset besar untuk analisis. | Menggunakan volume data yang besar. |
| Scope | Ini adalah bagian dari istilah “penemuan pengetahuan dari data” yang luas. | Ini adalah bidang yang luas yang menggunakan berbagai disiplin, pendekatan, dan alat. |
| Analysis Technique | Menggunakan analisis statistik untuk prediksi dan mengidentifikasi faktor bisnis pada skala kecil. | Menggunakan analisis data untuk prediksi dan mengidentifikasi faktor bisnis pada skala besar. |
Masa Depan Big Data vs Data Mining
Bagi perusahaan, kemampuan untuk menangani big data akan menjadi lebih menantang di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, bisnis harus mempertimbangkan data sebagai aset strategis dan menggunakannya dengan tepat.
Masa depan data mining terlihat luar biasa dan terletak pada “penemuan data pintar,” konsep otomatisasi penentuan pola dan tren dalam dataset besar.
Apakah Anda ingin mempelajari ilmu data dan AI? Lihat lebih banyak blog di unite.ai dan asah keterampilan Anda.












