Kesehatan
AI di Industri Farmasi

AI membuat dampak besar di industri farmasi, dari penemuan pengobatan hingga pengalaman pasien. Perusahaan farmasi dan peneliti menggunakan AI dan pembelajaran mesin dengan berbagai cara. Aplikasi ini menyebabkan obat dan vaksin dengan kualitas lebih baik, pengembangan produk yang lebih cepat, dan pengalaman pasien yang lebih baik.
Aplikasi AI di Industri Farmasi
AI sering dianggap sebagai teknologi masa depan, tetapi ilmuwan menggunakan teknologi ini saat ini. Ini membantu peneliti mengembangkan obat dengan lebih efisien, aman, dan efektif.
1. Pengembangan Obat dan Vaksin
Peneliti farmasi dapat mengatur program pemodelan komputer yang menggunakan AI untuk menjalankan ribuan kombinasi potensial dari senyawa yang berbeda. Ini dapat menyaring setiap campuran secara otonom dan memprediksi hasil dari masing-masing. Ini dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun jika dilakukan secara manual.
Peneliti dapat mengambil alih setelah AI mengidentifikasi pengobatan potensial yang dapat efektif untuk kondisi yang dimaksud. Ini memungkinkan mereka untuk hanya fokus pada kemungkinan yang paling menjanjikan daripada daftar awal yang luas. AI bahkan dapat menemukan obat atau penggunaan substansi yang mungkin tidak terpikir oleh manusia.
Teknik ini telah digunakan secara sukses selama beberapa tahun. Obat manusia pertama yang dihasilkan AI dikembangkan pada 2019 oleh tim peneliti di Australia. Mereka memiliki AI yang menganalisis database senyawa potensial hingga menemukan vaksin flu baru yang paling baik.
2. Identifikasi Penyakit
Dokter dan peneliti dapat mengetahui penyakit dengan lebih cepat, sehingga mereka dapat menemukan obat yang tepat untuk mengobatinya. AI dapat membantu mempercepat proses ini tanpa mengorbankan akurasi.
Misalnya, dokter dapat menggunakan AI untuk mengidentifikasi penyebab gejala pasien dengan cepat, sehingga mereka dapat mendiagnosis penyakit dengan lebih cepat. Ini memungkinkan karena kemampuan analisis data AI yang cepat. Ini dapat menganalisis banyak solusi yang mungkin hingga menemukan beberapa yang paling sesuai.
Ini dapat menyebabkan diagnosis penyakit yang lebih cepat dan akurat. Selain itu, setelah masalah diidentifikasi, AI juga dapat digunakan untuk membantu dokter menemukan obat yang paling sesuai untuk pasien.
3. Pemrosesan dan Analisis Data
Pengembangan farmasi sangat bergantung pada pemrosesan dan analisis data dalam jumlah besar. Misalnya, tim peneliti perlu menangani data tentang sifat sampel, proses pengembangan, pasien uji klinis, dan hasil uji klinis.
Selama proses pengembangan, peneliti harus menganalisis data yang dikumpulkan untuk memperbaiki dan meningkatkan obat atau vaksin yang sedang dikembangkan.
AI memungkinkan peneliti untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pemrosesan dan analisis data. Algoritma AI mungkin tidak seperti robot yang cerdas dan emosional dalam fiksi ilmiah, tetapi jika ada satu hal yang teknologi ini baik, itu adalah analisis.
Algoritma AI dapat memproses data dalam jumlah besar secara otonom dan mengekstrak wawasan dan pola yang berharga. Bahkan, ini kemungkinan akan menemukan pola dan tren yang mungkin tidak terdeteksi oleh manusia.
4. Seleksi Uji Klinis
Uji klinis adalah bagian vital dari proses pengembangan farmasi. Namun, uji klinis yang sukses bergantung pada memiliki kelompok pasien yang tepat. Seseorang dengan variabel unik dalam tubuh, kondisi, atau situasi mereka dapat mempengaruhi akurasi hasil uji. Peneliti harus berhati-hati tentang siapa yang mereka terima dalam program ini.
AI sangat cocok untuk membuat proses seleksi kandidat lebih efisien. Peneliti dapat memasukkan karakteristik yang mereka cari pada kandidat uji klinis, seperti usia, jenis kelamin, atau jenis kondisi tertentu. AI kemudian dapat menyaring profil kandidat secara otonom untuk menemukan yang paling sesuai dan mereka yang tidak memenuhi kriteria yang diperlukan.
Manfaat AI di Industri Farmasi
AI sangat efektif untuk berbagai aplikasi di industri farmasi, tetapi apa manfaat menggunakan AI? Beberapa, khususnya, memiliki dampak besar pada sektor dan hasil pasien.
1. Efisiensi yang Lebih Tinggi
Salah satu manfaat AI yang paling sering disebutkan adalah efisiensi yang lebih tinggi. Ini berlaku hampir di semua industri. AI dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan, menguji, dan meresepkan obat. Ini sangat baik untuk peneliti, dokter, dan pasien.
Peneliti dapat menguji lebih banyak pengobatan potensial dengan aman menggunakan alat pemodelan dan analisis AI. AI juga dapat menganalisis data uji klinis dengan cepat, memungkinkan peneliti untuk melakukan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Hal yang sama berlaku di kantor dokter. Dokter dapat memberikan pasien pengobatan terbaik dalam waktu yang lebih singkat dengan bantuan alat diagnosis AI.
Plus, menggunakan AI untuk mengompilasi dan menganalisis data digital membuat kolaborasi antara tim peneliti lebih mudah, meningkatkan efisiensi lebih lanjut. Ini terutama benar untuk model AI yang menggunakan komputasi awan, yang memungkinkan peneliti ilmu kehidupan berkolaborasi dengan efisien tanpa terikat pada infrastruktur server yang mahal. Kolaborasi membantu pengobatan dikembangkan lebih cepat dan dengan akurasi serta efektivitas yang lebih besar.
2. Keamanan yang Lebih Baik
AI meningkatkan keamanan di industri farmasi dengan beberapa cara. Misalnya, peneliti dapat menguji pengobatan baru secara otonom daripada menganalisis data dari tes fisik atau pemodelan digital. AI memungkinkan peneliti untuk menguji pengobatan lebih menyeluruh sehingga lebih aman ketika sampai ke pasien.
3. Akurasi Pengobatan yang Lebih Tinggi
AI dapat meningkatkan akurasi pengobatan dalam pengembangan dan praktek. Ini dapat digunakan untuk menguji ribuan kemungkinan senyawa pengobatan dalam waktu yang singkat. Ini meningkatkan kemungkinan peneliti menemukan obat yang paling efektif.
Dokter dapat menggunakan AI dengan cara yang sama. Ini mungkin mengidentifikasi pengobatan yang mungkin untuk pasien yang mungkin tidak terpikir oleh dokter. Idealnya, model AI dapat melihat gejala seseorang secara objektif, sedangkan dokter mungkin memiliki bias yang tidak disengaja yang mempengaruhi penilaian mereka. Namun, AI telah menghadapi beberapa kritik dalam beberapa tahun terakhir karena bias data yang mencerminkan prasangka manusia. Model AI harus dilatih dengan hati-hati untuk menjadi benar-benar objektif agar manfaatnya dapat sepenuhnya direalisasikan.
4. Pengurangan Pemborosan
Akurasi dan efisiensi yang lebih baik mengurangi pemborosan dalam hal waktu, uang, dan sumber daya. Menggunakan AI untuk menguji digital pengobatan potensial dan menyaring hanya yang terbaik mengurangi kebutuhan untuk membuang alat dan bahan pengujian fisik pada pengobatan yang tidak menjanjikan. Dokter yang menggunakan AI untuk mengidentifikasi obat yang paling sesuai untuk pasien mereka mengurangi waktu dan uang yang terbuang untuk mengidentifikasi dan mencoba obat yang tidak sesuai untuk pasien.
Revolusi AI di Industri Farmasi
AI merevolusi industri farmasi dan ilmu kehidupan secara keseluruhan. Model dan pembelajaran mesin AI masih memerlukan perbaikan, tetapi teknologi ini sudah membantu peneliti dan dokter setiap hari. Ini memungkinkan pengobatan farmasi baru dikembangkan lebih cepat dan dengan keamanan yang lebih baik untuk semua orang sehingga dokter dapat dengan cepat memberikan pengobatan terbaik. Industri farmasi dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa setiap hari dengan bantuan AI.












