Connect with us

Kecerdasan buatan

AI di CRM: 5 Cara AI Mengubah Pengalaman Pelanggan

mm

Di dunia digital saat ini, memberikan pengalaman pelanggan yang kuat telah menjadi integral bagi setiap bisnis, dengan hiper-personalisasi sebagai standar baru.

Hampir setiap perusahaan menawarkan produk digital sekarang, dan organisasi berusaha untuk memberikan pengalaman pelanggan yang mulus di setiap titik sentuh dalam perjalanan pelanggan.

Platform CRM dirancang untuk menangani kebutuhan layanan pelanggan yang terkait. Selain itu, sistem CRM modern juga menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan fungsi alat CRM.

Menurut statistik perilaku pelanggan terbaru , 91% perusahaan menggunakan AI dalam sistem CRM mereka, dan 42% telah mengimplementasikan AI dalam strategi CRM mereka.

Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana AI mengubah platform CRM dan mengapa mereka telah menjadi perlu untuk diadopsi.

Kebutuhan AI di CRM

Ekspektasi pelanggan ada pada tingkat tertinggi, dan mereka mengharapkan personalisasi yang mulus dari pengalaman mereka di setiap titik sentuh. Namun, karena data tumbuh, mengelola dan bertindak atasnya akan menjadi lebih kompleks.

AI dalam platform CRM dimasukkan untuk menangani kompleksitas data terkait. AI mengkonsumsi dan menganalisis sejumlah besar data secara real-time untuk memprediksi kebutuhan pelanggan. Sinergi kuat dari AI dalam platform CRM meningkatkan operasi bisnis secara keseluruhan dan membantu membangun koneksi pelanggan yang lebih kuat.

CRM tradisional memiliki keterbatasan dalam hal pengumpulan data dan mengelola alur kerja eksternal. Mereka menyediakan wawasan berdasarkan data yang diintegrasikan secara manual dan sering kali disesuaikan.

Di sisi lain, CRM yang ditenagai AI lebih cepat dan menyediakan wawasan yang dapat diambil berdasarkan data real-time. Data yang dikumpulkan lebih akurat, yang mengarah ke informasi pelanggan yang lebih baik. Di sisi operasional, ini memungkinkan demokratisasi data dan memastikan tata kelola data.

5 Cara Utama AI Mengubah CRM

Mengintegrasikan AI dalam sistem CRM telah menjadi senjata rahasia dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan dan retensi. Perusahaan yang menggunakan alat CRM yang didorong AI melihat peningkatan penjualan sebesar 29%.

Mari kita lihat bagaimana AI mengubah platform hubungan pelanggan.

Pengalaman Pelanggan yang Dipersonalisasi

CRM yang ditenagai AI menyediakan wawasan pelanggan yang mendalam dan memprediksi perilaku pelanggan menggunakan teknik analitik prediktif. Dengan pandangan yang mendalam tentang lead dan konversi, CRM cerdas menyarankan rekomendasi pelanggan pribadi berdasarkan preferensi mereka.

Selain itu, dengan semua informasi tentang preferensi pelanggan, tim penjualan dan pemasaran dapat menargetkan pelanggan dengan presisi.

Otomatisasi Tugas Rutin

CRM yang ditenagai AI dirancang untuk mengotomatisasi tugas rutin, seperti analisis perilaku pelanggan, entri data, email follow-up pelanggan, status pengiriman, entri penjualan, dan lain-lain. Otomatisasi menghemat waktu sambil memungkinkan tim untuk fokus pada perencanaan strategis dan inovasi.

Dengan interaksi pelanggan secara real-time dan balasan yang diotomatisasi, perusahaan juga dapat mitigasi risiko yang terkait dengan prosedur manual. Selain itu, perusahaan yang menggunakan alat CRM yang didorong AI menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 29% dan kepuasan pelanggan sebesar 25%.

Dengan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, perusahaan dapat memprioritaskan lead, menjadwalkan follow-up, dan menangani pertanyaan layanan pelanggan dengan akurat.

Analitik yang Ditingkatkan

AI dalam platform CRM dapat membawa analitik ke tingkat yang baru. Dengan menggunakan teknik ML dan pengolahan bahasa alami (NLP), platform CRM dapat mengumpulkan data mentah dari sumber yang berbeda, seperti pola pembelian, interaksi pelanggan, perilaku pembelian, dan riwayat pembelian.

Data yang dikonsumsi dari semua sumber ini, dipasangkan dengan kemampuan prediktif, menghasilkan analitik yang tidak tertandingi. Analitik yang ditingkatkan ini memungkinkan bisnis untuk:

  • Mengoptimalkan kampanye pemasaran
  • Memiliki pandangan yang mendalam tentang metrik bisnis, seperti
  • Merencanakan layanan pelanggan yang proaktif

Analisis Sentimen yang Lebih Baik

Analisis sentimen harus menjadi prioritas utama ketika memilih CRM yang berbasis AI. Ini menggunakan kekuatan teknik NLP untuk menganalisis nada, tingkat urgensi, dan niat pelanggan.

Ketika datang ke layanan pelanggan, analisis sentimen memainkan peran yang sangat penting.

Misalnya, asisten AI Zoho CRM, Zia, menganalisis email dan pesan obrolan pelanggan, membaginya menjadi positif, negatif, dan netral. Sekali nada pelanggan negatif terdeteksi, pesan tersebut diprioritaskan sehingga tim dukungan dapat menangani masalah tersebut dengan cepat.

Selain itu, kemampuan ini juga meningkatkan retensi pelanggan secara keseluruhan dan memecahkan poin nyeri secara proaktif.

Peningkatan Berkelanjutan

CRM yang berbasis AI dapat menangani sejumlah besar data secara terus-menerus. Mereka selalu belajar berdasarkan data real-time dari titik sentuh yang berbeda, memungkinkan bisnis untuk memperbarui strategi retensi pelanggan mereka secara proaktif.

Dengan menggunakan algoritma ML, organisasi dapat mengoptimalkan proses mereka dan mengarahkan perbaikan berkelanjutan dalam manajemen hubungan pelanggan.

Tantangan Adopsi AI di CRM

Integrasi AI dalam CRM membawa cara baru untuk menangani hubungan pelanggan, tetapi integrasi ini juga datang dengan beberapa tantangan yang pasti yang dapat menghambat kinerja.

Oleh karena itu, perlu untuk menangani hambatan ini. Beberapa kesulitan yang dihadapi organisasi selama adopsi CRM-AI mungkin termasuk:

Privasi & Tata Kelola Data

CRM yang berbasis AI beroperasi pada sejumlah besar data yang dikumpulkan dari titik sentuh pelanggan yang berbeda. Oleh karena itu, kekhawatiran tentang privasi data mungkin muncul pada tahap apa pun. Namun, kebijakan privasi dan tata kelola data yang relevan harus ada untuk menangani kekhawatiran privasi data.

Kualitas & Integrasi Data

Untuk CRM yang berbasis AI, alat integrasi data yang kuat harus diintegrasikan dengan infrastruktur yang mendasarinya. Tanpa ketersediaan data yang berkualitas, investasi dalam inisiatif CRM AI tidak akan menghasilkan hasil yang diharapkan.

Oleh karena itu, pipa data dan infrastruktur yang mendasarinya harus mampu mendukung CRM yang berbasis AI.

Pelatihan & Pemberdayaan Sumber Daya

CRM yang berbasis AI adalah inisiatif yang mahal, sehingga pemanfaatan yang efektif harus menjadi prioritas utama. Namun, pelatihan dan pemberdayaan sumber daya yang tidak memadai dapat menyebabkan investasi yang terbuang.

Untuk menghindari ini, perusahaan harus mengatur pelatihan karyawan yang komprehensif untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengetahuan baru untuk menggunakan sistem AI secara optimal.

Masa Depan AI di CRM

Hari ini, berinteraksi dengan pelanggan lebih dari sekedar inisiatif pusat panggilan. CRM yang ditenagai AI dapat memberikan solusi yang dipersonalisasi dan efisien secara real-time dengan memprediksi kebutuhan pelanggan melalui analitik prediktif.

Selain itu, tim dapat mempercepat identifikasi tren, pemecahan masalah, dan optimisasi penjualan dengan sistem AI.

Kami juga menampilkan daftar CRM Terbaik yang Menggunakan AI.