Robotika dan AI fisik
Peneliti Membuat Terobosan dalam Teknologi Otot Buatan

Di dunia yang semakin dipengaruhi oleh teknologi, robot lunak, perangkat medis, dan teknologi wearable telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari kita. Inovasi ini menjanjikan fungsionalitas yang ditingkatkan dan kemampuan adaptasi yang lebih besar, membuat interaksi kita dengan teknologi lebih mulus dan alami. Dalam lompatan besar ke depan dalam domain ini, peneliti di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) telah mencapai pengembangan yang mengagumkan: saklar fluida yang ditenagai oleh otot buatan polimer ionik. Penemuan baru ini terkenal karena operasinya pada daya ultra-rendah sambil menghasilkan gaya yang luar biasa 34 kali lebih besar dari beratnya.
Kedatangan saklar fluida ini menandai momen penting dalam bidang robotika dan teknologi perangkat medis. Saklar fluida tradisional, sering kali terbatas oleh ukuran dan kaku, memiliki aplikasi yang terbatas dalam lingkungan yang sempit dan fleksibel. Saklar fluida tim peneliti KAIST, bagaimanapun, mengatasi tantangan ini, menawarkan aplikasi yang menjanjikan dalam berbagai bidang. Dengan kemampuan untuk mengontrol aliran fluida dalam berbagai arah dan memulai gerakan dengan persyaratan daya yang sangat rendah, pengembangan ini menandai era baru efisiensi dan fleksibilitas dalam robotika lunak dan teknologi terkait.
Dengan memanfaatkan kekuatan otot buatan polimer ionik, tim KAIST telah membuka pintu untuk aplikasi inovatif dalam robotika lunak, membuka jalan untuk solusi teknologi yang lebih fleksibel, efisien, dan dapat diakses dalam kehidupan sehari-hari kita.
Saklar Fluida Lunak Ultra-Rendah
Di garis depan inovasi dalam robotika lunak, tim peneliti KAIST, dipimpin oleh Profesor IlKwon Oh, telah mengembangkan saklar fluida lunak yang baru yang beroperasi pada tegangan ultra-rendah. Penemuan yang mengagumkan ini membedakan diri dari saklar berbasis motor konvensional, yang sering kali terbatas oleh kaku dan ukuran besar. Saklar fluida ini ditenagai oleh otot buatan, meniru fleksibilitas dan gerakan alami otot manusia, membuatnya sangat cocok untuk ruang yang sempit dan terbatas. Otot buatan ini, merespons rangsangan eksternal seperti listrik, tekanan udara, dan perubahan suhu, menyediakan saklar dengan mekanisme kontrol yang presisi untuk aliran fluida. Pengembangan ini mewakili langkah besar dalam bidang robotika lunak dan mekanika fluida, menawarkan solusi yang lebih adaptif dan efisien untuk berbagai aplikasi.
Mengubah Teknologi dengan Otot Buatan Polimer Ionik
Di inti saklar inovatif ini adalah otot buatan polimer ionik, sebuah perakitan unik dari elektroda logam dan polimer ionik yang dikembangkan oleh tim KAIST. Pengenalan kerangka organik kovalen polisulfonat (pS-COF) ke elektroda otot secara signifikan meningkatkan kapasitas pembangkitan gaya. Meskipun bentuknya yang ramping, dengan ketebalan hanya 180 µm, otot ini mampu menghasilkan gaya lebih dari 34 kali lipat dari beratnya. Fitur luar biasa ini memungkinkan gerakan yang mulus dan efisien bahkan dalam sistem elektronik ultra-kecil.
Profesor IlKwon Oh menekankan potensi teknologi ini dalam berbagai aplikasi industri. “Dari serat pintar hingga perangkat medis, teknologi ini memiliki potensi untuk segera digunakan dalam berbagai pengaturan industri,” katanya. Ia juga mencatat bahwa teknologi ini dapat dengan mudah diterapkan pada sistem elektronik ultra-kecil, membuka banyak kemungkinan dalam bidang robotika lunak, elektronik lunak, dan mikrofluidik berbasis kontrol fluida. Fleksibilitas ini menekankan kemampuan aplikasi yang luas dari aktuator lunak elektro-ionik dalam mengubah tidak hanya robotika lunak tetapi juga industri teknologi lainnya.












