Keamanan siber
Bagaimana AI Mendeteksi Penipuan Online: Metode & Efektivitas

Hampir setiap industri di lingkungan bisnis berinvestasi atau setidaknya mempertimbangkan untuk berinvestasi di kecerdasan buatan (AI), termasuk pembelajaran mesin (ML), salah satu subset AI yang paling dikenal. Solusi AI dan ML yang canggih telah dan akan terus mengubah sektor seperti manufaktur, elektronik konsumen, pemasaran, dan perawatan kesehatan, di antara lainnya.
Karena dunia menjadi semakin digital, solusi AI dan ML dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada berbagai jenis perusahaan, lembaga pemerintah, dan individu. Pertimbangkan bagaimana kasus pencurian identitas dan bentuk penipuan online lainnya meningkat, meninggalkan bisnis untuk menghadapi konsekuensi negatif.
Penipuan online tidak baru. Namun, AI memainkan peran besar dalam membantu organisasi mendeteksi dan menanggapi penipuan. Di bawah, pelajari lebih lanjut tentang bagaimana AI bermanfaat dalam mendeteksi penipuan online, beberapa metode yang digunakan perusahaan untuk mendeteksi penipuan berbasis AI, dan seberapa efektif metode ini dapat menghentikan kasus penipuan.
Ikhtisar Singkat tentang Penipuan Online
Deteksi penipuan memainkan fungsi yang sangat penting di dunia bisnis modern. Dari merek e-commerce hingga lembaga keuangan dan semua yang ada di antaranya, berbagai jenis penipuan online, juga disebut penipuan internet, dapat memengaruhi berbagai organisasi publik dan swasta.
Kantor Teknologi Informasi Carolina Utara mendefinisikan penipuan online sebagai setiap skema yang menggunakan internet untuk menerbitkan permintaan penipuan, mengirim uang yang diperoleh melalui kegiatan penipuan, atau melakukan transaksi penipuan. Beberapa jenis penipuan internet yang populer termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
- Biaya lanjutan (penipuan surat Nigeria)
- Cek palsu
- Penipuan kartu kredit atau debit
- Skema piramida
- Penipuan bisnis atau pekerjaan
- Skema investasi
- Tidak ada pengiriman barang atau jasa
Pencurian identitas dan serangan phishing juga merupakan contoh umum penipuan internet. Keduanya merupakan ancaman bagi siapa saja yang menggunakan internet, terutama pengguna yang menyimpan data sensitif, seperti nomor Keamanan Sosial (SSN) atau nomor kartu kredit.
Manfaat Deteksi Penipuan Berbasis AI
Solusi deteksi penipuan berbasis AI sangat penting bagi organisasi modern. Sistem ini memanfaatkan kekuatan AI untuk mempelajari tentang penipuan, mendeteksi kasus penipuan, dan menjaga bisnis beroperasi lancar. Di bawah, beberapa manfaat utama yang ditawarkan oleh solusi deteksi penipuan berbasis AI:
- Bentuk deteksi penipuan yang cepat dan efisien yang bekerja 24/7
- Mengurangi tenaga kerja manusia dan kesalahan
- Prediksi yang lebih baik berdasarkan kemampuan untuk memeriksa set data besar
- Mengidentifikasi ciri-ciri penipuan unik dan canggih yang mungkin tidak dapat diidentifikasi oleh manusia
- Memiliki catatan yang sukses, terutama dalam deteksi penipuan perbankan dan asuransi
- Hemat biaya
- Dapat diskalakan
Manfaat ini membuat sistem deteksi penipuan berbasis AI menjadi investasi yang sepadan bagi sebagian besar perusahaan. Namun, umumnya dipahami bahwa alat AI dan ML bekerja lebih baik bersama dengan karyawan manusia yang terampil.
Sementara model AI dan ML biasanya memerlukan pengawasan manusia yang lebih sedikit dibandingkan dengan teknologi bisnis tradisional, bisnis harus tetap mempertimbangkan untuk mempertahankan karyawan untuk mendukung inisiatif deteksi penipuan.
3 Metode: Memanfaatkan AI untuk Deteksi Penipuan
Di bawah, tiga metode menggunakan AI untuk mendeteksi kasus penipuan online yang digunakan beberapa bisnis untuk meningkatkan strategi deteksi penipuan mereka.
1. Lembaga Keuangan, Asuransi, dan Kepatuhan
Perusahaan fintech, bank, dan penyedia asuransi bekerja dengan data pelanggan yang sangat sensitif dan harus memenuhi berbagai persyaratan kepatuhan untuk beroperasi dengan sukses. Oleh karena itu, peran membangun praktik deteksi penipuan yang baik sangat penting di industri ini.
Misalnya, Bank of America menggunakan AI untuk berbagai tujuan, termasuk deteksi penipuan. Organisasi menggunakan AI untuk menyortir data mengenai transaksi penipuan sebelumnya. AI mengembangkan pemahaman tentang apa yang membuat transaksi mencurigakan dan dilatih untuk menandai potensi penipuan di masa depan.
2. E-Commerce dan Penipuan Transaksi
Bisnis e-commerce harus menyelesaikan ribuan transaksi per hari, yang dapat menjadi tantangan bahkan bagi manajer penipuan yang paling berpengalaman.
Dengan sistem deteksi penipuan berbasis AI, manajer dapat memasukkan data historis untuk memahami mengapa kasus penipuan transaksi sebelumnya tidak ditandai. Dari sana, perusahaan dapat memperoleh wawasan berharga tentang strategi deteksi penipuan saat ini dan membuat penyesuaian untuk mendeteksi penipuan lebih efektif.
3. Permainan Online dan Perilaku Akun Mencurigakan
Perusahaan permainan online, seperti aplikasi kasino dan platform taruhan, menjadi semakin populer di kalangan konsumen. Namun, mereka juga meningkatkan risiko penipuan. Experian menyarankan bahwa karena lebih banyak orang menghabiskan waktu di rumah selama pandemi, kasus penipuan perjudian online meningkat.
Akibatnya, perusahaan permainan online dan entitas lain di industri permainan menggunakan deteksi penipuan AI untuk menandai akun mencurigakan. Beberapa solusi memerlukan pengguna untuk melakukan proses verifikasi identitas, membantu mengurangi kemungkinan penipuan. Selain itu, perusahaan ini dapat memenuhi persyaratan kepatuhan dengan memeriksa usia pengguna untuk memastikan mereka berjudi secara legal.
Apakah Metode Deteksi Penipuan Berdaya AI Efektif?
Pada akhirnya, perusahaan harus memiliki protokol deteksi penipuan yang solid saat melakukan penyelidikan, baik secara internal maupun eksternal. Tiga metode yang dijelaskan di atas menunjukkan bahwa sistem deteksi penipuan berdaya AI efektif. Namun, perusahaan harus memahami bahwa tidak ada teknologi atau perangkat lunak yang sempurna yang dapat menangkap setiap kasus penipuan.
Sayangnya, kasus penipuan umum dan tidak ada bisnis yang sepenuhnya kebal dari menghadapi beberapa bentuk penipuan. Organisasi di seluruh dunia kehilangan triliunan dolar setiap tahun karena penipuan, dan konsumen kehilangan sekitar $5,8 miliar karena penipuan pada 2021, 70% lebih banyak dari tahun sebelumnya. Angka itu bisa lebih tinggi jika kasus yang tidak dilaporkan dihitung.
Masa Depan AI untuk Deteksi Penipuan
Penipuan adalah masalah serius yang dihadapi banyak industri, terutama selama pandemi global. Namun, menggunakan teknologi canggih seperti AI dan ML untuk tujuan deteksi penipuan dapat terbukti efektif bagi organisasi.
Biaya awal untuk solusi ini mungkin tinggi, tetapi bisnis yang serius tentang melindungi pelanggan dan aset mereka harus mempertimbangkan untuk melakukan investasi yang sepadan.












