Kecerdasan buatan
Kemampuan AI Cannabis Bloom Melebihi Kemampuan Visual Manusia

Mesin Pemotong Dapat Membedakan Daun dan Bunga Cannabis
WOBURN, MA — Bloom Automation Inc., sebuah perusahaan agri-tech yang mengkhususkan diri dalam robotika dan peralatan pemotongan cannabis, hari ini mengumumkan pencapaian baru untuk kecerdasan buatan: kemampuan untuk menganalisis struktur bunga cannabis dengan akurasi seperti manusia.
Peningkatan ketajaman visual memungkinkan mesin pemotong Bloom untuk memotong bunga cannabis lebih dekat tanpa risiko kerusakan atau nilai pasar yang dikompromikan.
Kemajuan dalam pembelajaran mesin memicu perbaikan, serta basis data gambar yang lebih besar dan pembaruan perangkat lunak.
“Algoritma AI baru kami memiliki akurasi 97% dalam membedakan daun dari bunga,” kata Jon Gowa, CEO dan Pendiri Bloom Automation. “Akurasi itu jauh lebih unggul daripada pemotong manusia rata-rata yang rentan terhadap kelelahan dan ketidakperhatian di jalur produksi.”
Gowa memprediksi aplikasi lain untuk AI di bidang cannabis, termasuk defoliasi otomatis di ruang tumbuh multi-tiang, prediksi berat panen, dan penilaian kepadatan daun untuk mengurangi mikro-iklim yang dapat menyebabkan patogen.
Pemotong Bloom menggunakan lengan robot dengan gunting rotary untuk menghilangkan daun dari bunga sambil tetap melekat pada batang. Dengan menggunakan array sensor stereoskopik dan algoritma AI, mesin dapat dengan cepat membedakan bunga dari daun untuk pemotongan yang presisi. Vacuum terintegrasi pada lengan robot mengumpulkan daun saat dihilangkan.
Pengembangan AI terbaru ini menandai era baru otomatisasi untuk industri multi-miliar dolar, yang sangat bergantung pada tenaga kerja manual. Pemotong Bloom mengurangi biaya tenaga kerja dengan memproses cannabis dua kali lebih cepat daripada pemotong manusia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Bloom Automation atau algoritma AI Bloom, hubungi Shannon Hagerty, Asosiasi Pemasaran dan Bisnis, di [email protected].












