
Liam Houghton adalah Pendiri dan CEO dari Popsa, perusahaan teknologi yang membantu jutaan orang mengubah kenangan digital mereka menjadi produk foto fisik yang dirancang dengan indah.
Houghton memulai mengajar dirinya sendiri cara merancang dan mengkode sebagai seorang remaja, bereksperimen dari kamar tidurnya dan menemukan kekuatan kreatif teknologi. Keterampilan awal itu memicu ketertarikan pada bagaimana alat digital dapat membantu orang mengungkapkan emosi, menceritakan kisah dan berbagi pengalaman yang bermakna.
Dia kemudian belajar arsitektur, di mana dia mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang desain sebagai cara untuk membentuk bagaimana orang merasa dan berinteraksi dengan dunia. Dipengaruhi oleh gagasan bahwa arsitektur yang hebat melampaui fungsionalitas untuk menciptakan kesenangan, makna dan resonansi emosional, Houghton membawa filosofi ini ke dalam desain produk.
Pada 2016, dia mendirikan Popsa dengan ambisi memberikan kekuatan kreatif "super" kepada orang-orang sehari-hari. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan telah membangun teknologi yang intuitif yang memungkinkan siapa saja untuk mengubah foto mereka menjadi buku foto, cetakan dan kenangan yang dirancang dengan hati-hati—tanpa perlu pelatihan kreatif atau keahlian teknis.
Houghton menciptakan Popsa untuk menghilangkan hambatan yang secara tradisional membuat alat pengingat kenangan terasa kompleks atau tidak dapat diakses. Dengan menggabungkan desain, otomatisasi dan kecerdasan buatan, platform ini menyederhanakan proses sehingga pengguna dapat fokus pada menghidupkan kembali kenangan daripada mempelajari perangkat lunak.
Saat ini, misinya adalah untuk mendemokratisasikan kreativitas—memberdayakan orang-orang di mana saja untuk terhubung kembali dengan kenangan mereka dan mengubahnya menjadi artefak fisik yang bermakna dengan percaya diri dan bangga.
