Thought Leaders
Terobosan Platform AI Sedang Menulis Ulang Pengambilan Keputusan di CPG

Jika ada satu tema yang mendefinisikan AI pada tahun 2025, itu adalah akselerasi. Faktanya, laju kemajuan tidak hanya meningkat, tetapi tumbuh secara eksponensial. Tahun ini, industri melihat tugas-tugas menjadi mungkin yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan generasi model sebelumnya, seperti LLM yang memajukan batas-batas penalaran matematika, menghasilkan antarmuka perangkat lunak yang berfungsi dari perintah teks, dan memproduksi video panjang dari satu perintah tunggal. Apa yang dulu hanya imajinasi kini menjadi kenyataan.
Terobosan-terobosan ini tidak hanya menaikkan batas atas kinerja AI. Mereka menaikkan ekspektasi di seluruh ekosistem perangkat lunak, terutama untuk industri seperti barang konsumsi kemasan (CPG), di mana fragmentasi data, sistem yang terputus, dan alur kerja manual telah lama memperlambat pengambilan keputusan. Adopsi AI sudah tinggi di CPG, dengan 89% merek menggunakannya secara teratur.
Pada tahun 2025, segalanya berubah. Alat-alat warisan yang dulu berfungsi tidak lagi bisa mengikuti volume dan kecepatan keputusan yang dibutuhkan saat ini. Tim memerlukan platform cerdas yang dapat bernalar melintasi silo data, secara mandiri mengungkapkan wawasan, dan menggerakkan siklus perencanaan. Keharusan itu mendefinisikan baseline baru: setiap alat sekarang harus AI-native.
Era Ekspektasi Platform: Mengapa Setiap Alat CPG Sekarang Harus AI-Native
Salah satu tren paling mengejutkan tahun ini adalah betapa cepatnya ekspektasi pelanggan menyusul kemajuan teknologi. Perubahannya tidak bertahap seperti yang diharapkan; perubahannya instan.
Pelanggan sekarang mengharapkan perusahaan untuk merilis lebih banyak, merilis lebih cepat, dan mengubah produk mereka menjadi alur kerja terhubung ujung-ke-ujung yang terasa mudah digunakan. Bagi merek CPG, itu berarti beralih dari alat perdagangan, penetapan harga, dan permintaan yang berdiri sendiri ke platform AI-native di mana perencanaan promosi, penetapan harga, manajemen pengurangan, dan analitik pasca-acara berada di satu tempat, bukan di sistem yang terputus.
Di seluruh CPG, operator telah melihat bagaimana AI memberdayakan orang-orang di balik alur kerja mereka. Sistem saat ini dapat menganalisis spreadsheet penuh dan mengungkap wawasan dalam hitungan detik, membuat draf deck penjualan pelanggan terstruktur yang mengikuti aturan merek, dan secara otomatis membangun dasbor yang terhubung langsung ke alat penjualan dan keuangan yang ada, semuanya dalam satu antarmuka tunggal.
Penelitian pembeli terbaru menunjukkan lebih dari 90% sekarang lebih menyukai perangkat lunak yang tertanam AI, sebuah tren yang berakselerasi cepat di CPG. Tim menginginkan alur kerja yang terpadu, wawasan yang dapat dijelaskan, dukungan perencanaan otomatis, dan lebih sedikit alat untuk dikelola. Pada dasarnya, AI bukan lagi sekadar fitur; AI menjadi sistem operasi untuk pengambilan keputusan operasional.
Mengapa 2026 Akan Menjadi Tahun di Mana AI Akhirnya Menguasai Analisis Data
Jika 2025 adalah tentang terobosan multimodal, 2026 akan tentang sesuatu yang lebih sunyi tetapi lebih berdampak: matematika dan penalaran terstruktur.
Terlepas dari semua kemajuan, model saat ini masih tidak dapat diandalkan ketika menyangkut perhitungan multi-langkah, penalaran statistik, dan interpretasi data yang tepat. Untungnya, ada penelitian yang dilakukan untuk membuat model lebih mahir dalam matematika dan analisis. Ketika itu berhasil, itu akan membuka kasus penggunaan hilir yang telah kita tunggu.




